Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya – Ada beberapa gangguan pencernaan yang umum dialami oleh pria maupun wanita, salah satu yang paling umum adalah penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Penyakit refluks gastroesofagus terjadi ketika keasaman lambung tinggi, namun otot katup (sfingter) tidak dapat menutup sempurna.

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

Agar lebih mudah memahami gastroesophageal reflux disease (GERD), simak ulasan IndoZone mengenai penyebab, gejala, dan cara mengobati sakit maag.

Our Expertise And Doctors

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD) sebenarnya disebabkan oleh melemahnya katup sfingter sehingga memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Sebab, pada GERD, asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa terbakar di area dada (

Pasalnya, baking soda bersifat basa sehingga mampu menetralkan asam lambung. Caranya sangat mudah yaitu:

Namun, sebaiknya hilangkan warna pada jus lidah buaya terlebih dahulu untuk menghindari efek samping seperti diare.

Asam Lambung Tidak Boleh Mengkomsumsi

Dengan pola makan teratur, Anda bisa mencegah penumpukan asam lambung. Jadi usahakan untuk memiliki waktu makan yang sama setiap hari.

Setelah makan, berikan diri Anda istirahat setidaknya 2-3 jam sebelum berbaring atau tidur untuk mencegah makanan menumpuk di kerongkongan.

Penyebab utama naiknya asam lambung dan GERD adalah konsumsi makanan yang dapat memicu asam lambung, antara lain:

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

Penghambat reseptor H2 (H-2 receptor blocker) seperti ranitidine, famotidine, dan cimetidine juga bisa menjadi pilihan untuk mengobati GERD.

Nyawa Jadi Taruhan, Ini 6 Komplikasi Penyakit Asam Lambung Kronis Yang Berbahaya Jika Tak Diobati, Bisa Picu Kanker Kerongkongan

Lansoprazole dan omeprazole yang tergolong dalam golongan penghambat pompa proton (PPI) dapat dibeli tanpa resep dokter untuk meredakan GERD. Apa itu GERD? Tahukah anda apa itu GERD? Jadilah teman yang cepat! Banyak orang mengalami refluks asam dari waktu ke waktu, yang terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Hal ini bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk, seperti makan terlalu banyak atau langsung berbaring setelah makan.

Refluks asam yang sering terjadi dapat mengindikasikan penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Bagi penderita GERD, penting untuk lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi untuk mencegah naiknya asam lambung. Hal ini karena refluks asam dapat mengiritasi lapisan esofagus. Jika hal ini sering terjadi, penderitanya berisiko mengalami gangguan kesehatan serius seperti kanker dagu dan tenggorokan Barrett.

Oleh karena itu, penderita GERD disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dapat menyebabkan asam lambung naik. Salah satunya adalah makanan seperti santan. Apalagi bagi yang merayakan Idul Fitri atau Idul Adha, rasanya tidak asyik jika tidak menyantap opor ayam. Meski makan opor bengkoang nikmat, namun jika dimakan terlalu banyak bisa berbahaya bagi penderita GERD. Jadi mari kita bahas mengapa penderita GERD tidak boleh makan opor bengkoang terlalu banyak.

Dikenal juga sebagai penyakit refluks gastroesofagus atau GERD, merupakan gangguan pencernaan di mana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan esofagus. Ini adalah penyakit kronis yang terjadi ketika asam lambung atau empedu mengalir ke kerongkongan dan mengiritasi dinding bagian dalamnya. Jika asam lambung meningkat lebih dari dua kali seminggu, hal itu mungkin mengindikasikan GERD.

Gerd Management Guide

Gejala GERD adalah rasa panas di dada yang biasanya terjadi setelah makan makanan bersantan dan akan semakin parah saat Anda berbaring. Anda dapat mengubah gaya hidup, dan obat-obatan yang dijual bebas biasanya bersifat sementara.

Bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, santan dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, karena produk kelapa mengandung kalori, lemak, protein, serat, karbohidrat, vitamin, mineral, omega-3 dan omega-6. Mengandung banyak nutrisi baik. Yang mana baik untuk kesehatan seluruh tubuh. Santan sangat sering digunakan sebagai pengganti susu karena jarang menimbulkan reaksi alergi.

Namun makanan yang mengandung santan merupakan salah satu jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita GERD karena santan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Secangkir santan bisa mengandung hingga 40 gram lemak jenuh.

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

Penderita GERD disarankan menghindari makanan berlemak. Pasalnya, lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna di perut. Sebab, lambung akan memproduksi asam lambung lebih banyak sehingga bisa menyebabkan naiknya asam lambung.

Obat Penyakit Refluks Gastroesofagus, Hati Hati Pemakaian Lama

Jadi sebaiknya Anda bisa membatasi makanan bersantan bagi penderita GERD. Makanan yang mengandung santan tidak hanya dapat memperparah gejala penyakit, namun jika dikonsumsi terlalu banyak dapat meningkatkan kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh. Kedua hal ini terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Bagi Anda pecinta makanan bersantan, ada baiknya Anda memperbanyak konsumsi makanan sehat yang dapat mencegah kembalinya gejala GERD. Misalnya seperti makanan berserat. Makanan kaya serat, seperti sayuran hijau dan biji-bijian, bisa membuat Anda merasa kenyang. Oleh karena itu, kecil kemungkinan Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan yang dapat memicu GERD.

Tidak hanya makanan tinggi serat, makanan yang mengandung alkali juga baik dikonsumsi penderita GERD. Pasalnya, makanan jenis ini memiliki pH tinggi yang bersifat basa sehingga dapat membantu menyeimbangkan asam lambung yang kuat. Contoh makanan yang bersifat basa adalah pisang, semangka, kembang kol, dan kacang-kacangan.

Makanan tertentu yang tinggi air, seperti semangka, mentimun, selada, dan seledri, dapat mengencerkan asam lambung dan melemahkannya.

Posisi Tubuh Perlu Diperhatikan Penderita Penyakit Refluks Gastroesofagus Saat Mengalami Heartburn, Terutama Saat Malam Hari

Maka Anda tidak hanya fokus pada jenis makanannya saja, Anda juga harus mempelajari kebiasaan makan yang baik. Makan perlahan dan kunyah dengan baik. Jangan langsung berbaring setelah makan. Jika ingin berbaring atau tidur, Anda bisa menunggu setidaknya tiga jam setelah makan.

Seberapa cepat teman-teman! Dari penjelasan di atas, Anda sudah paham bahwa terlalu banyak mengonsumsi kaldu ayam berbahaya bagi penderita GERD. Bahayanya karena makanan Opor Ayam dicampur dengan santan, sedangkan penderita GERD sebaiknya menghindari makanan yang mengandung santan. Jika Anda mengalami gejala GERD yang parah atau berulang, segera dapatkan bantuan medis untuk mendapatkan pengobatan. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin

Teman-teman terima kasih telah membaca artikel ini dan jangan lupa membaca artikel kami yang lain. Waspada! GERD bisa menjadi cikal bakal kanker esofagus. GERD tidak boleh dianggap remeh. Jika asam lambung menumpuk di kerongkongan dalam jangka waktu lama, maka akan merusak sel-sel kanker esofagus atau Barrett’s esofagus yang merupakan cikal bakal kanker esofagus.

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

JAKARTA – Waspadai gastroesophageal reflux alias GERD. Meski sering dianggap sepele, penyakit ini bisa menjadi tanda peringatan penyakit lain yang lebih serius.

Perlemakan Hati (fatty Liver), Apa Bahayanya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. dari Rumah Sakit Pusat Infeksi. Dr. Sulianti Saroso Jakarta Elisabeth Sipayung mengatakan GERD bisa menjadi cikal bakal kanker esofagus.

“GERD tidak boleh dianggap remeh karena jika dibiarkan dalam jangka panjang, asam lambung akan menumpuk di kerongkongan pada tempat yang tidak seharusnya dan akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel di kerongkongan yang disebut Barrett’s esofagus yang merupakan cikal bakal kanker esofagus.” dia menjelaskan.

Dalam Talk Show Keluarga Sehat yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu (30/8), ia menyampaikan bahwa GERD yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan, memiliki gejala spesifik yang berbeda dengan penyakit lambung lainnya, yaitu penampakannya. Sensasi terbakar di belakang dada. GERD juga bisa menimbulkan rasa pahit di lidah, telinga berdenging, dan rasa kenyang.

“Yang paling umum adalah pasien GERD terbangun di tengah malam karena merasakan asam lambung naik di kerongkongan,” ujarnya.

Sakit Tekak Tonsil Hingga Sukar Menelan, Apa Punca Ia Berlaku?

Menurut Elizabeth, GERD bisa dipicu oleh beberapa faktor, antara lain kebiasaan terlalu banyak minum kopi, merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji. Selain itu, kata dia, penyakit seperti obesitas dan diabetes juga bisa memicu GERD.

Elizabeth menyebutkan hasil penelitian menunjukkan 57% masyarakat Indonesia mengalami gejala GERD. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala GERD segera mencari pertolongan medis agar gangguan kesehatannya tidak menjadi serius.

Pertama, dokter jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang juga penggiat media sosial, Dr. Tirta Mandira Hudi meminta masyarakat mewaspadai gejala GERD yang bisa dialami semua kalangan, termasuk generasi muda.

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

Beberapa gejala GERD yang harus diwaspadai antara lain gigi kuning, air liur berwarna hijau, nyeri dada, dan tenggorokan terbakar, ujarnya. GERD bisa dialami oleh generasi muda karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang riang dan stres yang berkepanjangan.

Dampak Penyakit Gerd Yang Harus Kita Waspadai

“GERD dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat dan memperhatikan pola makan yang teratur, seperti kebiasaan makan, waktu makan, dan pola makan,” ujarnya.

Selain itu, masih banyak cara sederhana lain yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengatasi GERD. Di antaranya mengunyah permen karet untuk menurunkan tingkat keasaman di mulut, meminum air rebusan jahe untuk mengurangi gejala GERD, dan minum susu yang dapat meredakan rasa mual. Namun, kehati-hatian dianjurkan bagi penderita intoleransi protein susu.

Penting juga bagi masyarakat untuk mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil secara bertahap. Hindari makanan pedas, berlemak, tomat, bawang bombay, dan coklat karena dapat meningkatkan asam lambung. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga berat badan ideal melalui olahraga teratur dan pola makan sehat.

Rokok sebagai penyebab gejala GERD juga harus dihindari. Nikotin dalam rokok dapat mengendurkan kerongkongan bagian bawah dan meningkatkan risiko asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Bedanya Sakit Perut Gejala Maag, Gerd Dan Batu Empedu

Disarankan juga untuk tidak berbaring setelah makan dan mengangkat kepala saat tidur dengan menggunakan bantal atau bantalan yang lebih tinggi dari kaki untuk mengurangi risiko GERD.

Ia juga menyarankan penderita GERD untuk mengonsumsi suplemen herbal untuk mengurangi masalah asam lambung dan menjaga kesehatan pencernaan. Makanan tertentu dapat menyebabkan sakit perut karena kondisi seperti penyakit refluks gastro-esofagus (GERD). Tahukah Anda makanan apa saja yang harus dimakan atau dihindari jika Anda menderita GERD?

Bagi banyak orang, cukup sulit mempertahankan pola makan yang sehat dan bergizi tanpa disertai gangguan perut. Bagaimana jika makanan tertentu menyebabkan naiknya asam lambung Anda? Atau jika Anda pernah menjalani operasi perut yang mengubah hidup dan diminta untuk mengubah gaya hidup sepenuhnya? Makanan apa yang harus Anda makan dan hindari?

Penyakit Refluks Gastroesofagus Apakah Berbahaya

Penyakit refluks gastroesofagus

Dosis Obat Omeprazole Untuk Penyakit Akibat Asam Lambung

Leave a Comment